roti daging isi sosis

Hotdog, Makanan Amerika Yang Mendunia

Baru-baru ini presiden Amerika Serikat, Donald trump datang berkunjung ke Indonesia. Sang presiden yang baru terpilih tersebut mengobrol dengan ibu negara Iriana Jokowi. Hal tersebut menurut berita yang tersebar di berbagai media online, sempat memancing kecemburuan presiden Jokowi yang duduk tepat di sebelah ibu Iriana.

Mengenai negara Amerika sendiri, negara ini umum disingkat dengan AS di Indonesia, bila di luar negeri sering disingkat dengan naman USA atau US saja. Negara Amerika merupakan negara dengan bentuk republik konstitusional federal yang memiliki 50 negara bagian dan satu buah distrik federal. Negara Amerika serikat diapit oleh dua samudera yakni samudera pasifik dan samudera atlantik di bagian barat dan timur. Negeri pamansam ini memiliki beberapa daerah teritori di pasifik dan karibia, luasnya sejmulah 3,79 juta mil persegi atau sekitar 9,38 juta kilometer persegi. Jumlah penduduknya mencapai 315 juta jiwa. Cukup sedikit bila mengingat US adalah salah satu negara terluas di dunia nomer 3 atau nomer 4. Dengan jumlah penduduk yang mencapai angka 300 jutaan, US menepati peringkat urutan nomer 3 dalam kategori jumlah penduduk terbanyak di dunia. Di Amerika sendiri, banyak etnis dan suku manusia yang tinggal di sana. Inilah mengapa Amerika merupakan negara multietnis dan multikultural. Negara ini menganut paham liberal sehingga warganya bebas melakukan apa saja, bahkan melakukan sex bebas.

 

Sudah pernah mencoba makan hotdog? Makanan tersebut mungkin tidak asing terdengar di telinga Anda. Banyak kedai maupun outlet yang menjual makanan ini. Pernahkah Anda penasaran mengapa makanan ini diberi nama hotdog, yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti anjing panas. Bahan pembuatan hotdog bukanlah daging anjing yang dipanggang. Di negara asalnya, yakni Amerika makanan ini dikenal dengan nama frankfruter. Kali pertama dijual pada tahun 1860 an. Makanan ini sangat lezat dengan lapisan luar roti yang menjepit sosis ditengahnya, sayuran selada yang dituangi saos dan atau mayones. Cara memasaknya adalah diasapi dan tekstur yang dimiliki yanki lebih halus dari kebanakan sosis serta lebih lembut. Kadang-kadang penjual memberikan variasi pada hotdog yang ia jual, berupa toping yang bermacam-macam dan irisan keju. Orang Amerika memakan makanan ini dengan tangan, sangat praktis seperti ketika sedang makan camilan. Hot dog banyak dijual di pertandingan-pertandingan basket atau baseball. Kalau di Indonesia, cara berjualan seperti itu mirip dengan cara pedagang kaki lima, yakni memakai gerobak.

 

Tak ada yang tau pasti tentang sejarah munculnya nama hotdog, namun pada abad ke 19, seseorang bernama Harry Stevans menjual sosis franfurt di stadion baseball Amerika serikat ketika pertandingan sedang berlangsung. Dikarenakan sosisnya panas, Harry membungkus sosis tersebut dengan roti yang digulung. Kebetulan saat itu di stadion tersebut ada seorang kartunis yang menggambar kartun roti dengan anjing yang dibawahnya diberi tulisan get your hot dog. Sampai saat ini roti isi sosis tersebut disebut dengan hot dog. Itulah tadi sejarah nama hotdog yang tidak banyak orang tau, memang terdengar sepele sebab hanya bermula dari sebuah kartun. Hot dog adalah makanan yang merakyat, sebab sudah tersebar banyak di daerah-daerah kecil Indonesia. Makanan ini termasuk dalam golongan junk food yang tidak begitu menyehatkan. Namun sesekali memakan makanan ini boleh saja, sebab hotdog membuat orang yang memakannya merasa kenyang meski nantinya akan lapar lagi. Masih penasaran sama hot dog lihat disini deh selengkapnya Hotdog

Cari hotdog terbaik? cuma di Texaschiliparlor ya! kunjungi restoran kami segera

3 thoughts on “Hotdog, Makanan Amerika Yang Mendunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *